Jumat, 06 Januari 2012

Perbandingan Tulisan dari Dua Artikel Koran: Pos Kota dan Republika

Gaya penulisan setiap orang umumnya berbeda-beda. Untuk melihat perbedaan dan keunikan dari tulisan setiap orang, saya akan mencoba menganalisis perbandingan dari dua artikel yang saya ambil dari sumber yang berbeda. Yang pertama dari situs koran Republika dan yang satu lagi dari situs koran Pos Kota.



'Jika Barca tak Ada, Madrid Pasti Jadi Tim Terbaik'

REPUBLIKA.CO.ID, Rivalitas Real Madrid dan Barcelona di Spanyol ikut mencuri perhatian banyak pengamat sepakbola. Frank Leboeuf adalah di antaranya.

Mantan bek Chelsea dan timnas Prancis itu melihat salah satu di antara kedua tim masih berada di posisi yang lebih baik, yaitu Barcelona.

"Jika Anda membandingkan Real Madrid tahun lalu dengan yang sekarang ini, mereka bermain jauh lebih baik," analisa Leboeuf seperti dikutip The Sun.

"Jika Barcelona tidak ada, Real Madrid pastinya menjadi tim terbaik di dunia. Saya rasa mereka hanya menjadi tim terbaik kedua di Liga Champions," sambungnya lagi.

Leboeuf kemudian mencontohkan hasil El Clasico kedua tim dalam setahun terakhir, di mana Barcelona masih dominan dalam menorehkan kemenangan.

"Kemenangan di kandang Real Madrid baru-baru ini menegaskan buktinya, bahwa Barcelona masih terlalu tangguh bagi Real Madrid," jelasnya.

"Tapi Anda belum tentu bisa memenangi kejuaraan hanya dengan memenangi duel lawan satu tim saja, Anda menang karena lebih banyak meraih kemenangan melawan tim lain," tandasnya.

Panasnya Derby Manchaster Kian Terasa

MANCHESTER (Pos Kota) — Kekalahan beruntun yang ditelan Manchester United (MU) di dua laga terakhir Liga Primer Inggris, membuat tim berjuluk Setan Merah itu tampaknya bakal meluapkan amarah jelang partai derby Manchester pada putaran ketiga Piala FA, akhir pekan ini. Kali ini, giliran Manchester City yang tampil sebagai tuan rumah di Etihad Stadium setelah mereka mampu membantai MU 6-1 di Old Trafford di pentas Liga Primer, Oktober lalu.

Hal itulah yang membuat pelatih MU, Sir Alex Ferguson, tidak ingin lagi meremehkan rival sekota mereka pada laga nanti. Maklum, City saat ini telah menjadi salah satu tim kuat setelah menguasai klasemen Liga Primer Inggris dengan total 48 poin, unggul tiga angka dari MU. “Kami harus terbiasa pada kenyataan bahwa City akan bersaing meraih gelar dengan kami saat ini,” kata Ferguson.

“Kami dan suporter harus membiasakan diri dengan keadaan ini karena City kemungkinan bisa menjadi pesaing kami di berbagai kompetisi. Kami sama-sama akan bermain di Liga Eropa UEFA tahun ini dan kami akan melawan mereka di putaran ketiga Piala FA. Ada kemungkinan kami akan bertemu pada fase yang sama. Mungkin tidak setiap tahun, tetapi kami akan bertemu cukup rutin,” jelasnya.

Jelang pertemuan kedua tim di putaran ketiga Piala F, akhir pekan ini, sejumlah petugas kepolisian setempat mulai disiagakan untuk mencegah terjadinya bentrokan. Petugas keamanan akan mencegah kerusuhan dengan melarang penonton beralkohol memasuki stadion. Mereka juga akan mengawal 5.700 pendukung tim tamu selama berada di dalam stadion.

“Sangat penting bagi suporter untuk datang dan menonton pertandingan. Untuk Kota Manchester, sangatlah penting memiliki dua tim seperti saat ini. Karena di masa lalu, hanya ada satu tim yang dapat memenangkan semuanya,” timpal pelatih City, Roberto Mancini. (junius/b)


Artikel 1

Penulisan pada artikel di situs koran Republika lebih mengacu berdasarkan keterangan yang diberikan oleh narasumber. Sehingga sebagian besar artikel berupa kalimat langsung. Paragraf yang dibuat juga terlihat menjadi banyak karena antar kalimat langsung diberikan jarak 1 spasi.

Gaya bahasa juga digunakan penulis untuk lebih memberikan sentuhan menarik bagi pembaca, seperti yang terdapat di kalimat "Rivalitas Real Madrid dan Barcelona di Spanyol ikut mencuri perhatian banyak pengamat sepakbola". 'Mencuri perhatian' merupakan majas personifikasi yang membuat benda mati seolah-olah hidup. Dalam kalimat tersebut juga terjadi perbedaan penulisan dengan EYD, yakni kata 'sepakbola' yang seharusnya dipisah antar katanya.


Artikel 2

Sedangkan pada artikel dari situs koran Pos Kota, dapat dilihat bahwa penulis lebih menjabarkan berita yang ia sampaikan tapi masih menjabarkan keterangan asli dari narasumbernya.

Pada artikel ini penulis menggunaan majas hiperbola pada kata 'meluapkan amarah' dalam kalimat "...tim berjuluk Setan Merah itu tampaknya bakal meluapkan amarah jelang partai derby Manchester...". Majas ini digunakan dengan maksud melebih-lebihkan dari kenyataan sebenarnya. Kata 'bakal' pada kalimat tersebut juga agak kurang sesuai dengan EYD, yang seharusnya kalimat tersebut lebih cocok dengan kata 'akan'.


Kesimpulan

Penulisan pada kedua artikel tersebut umumnya sudah sesuai dengan EYD. Hanya pada bagian-bagian tertentu yang kurang sesuai. Penulis juga sudah sangat mengerti dengan pembuatan tulisan yang menarik agar tampak tidak bosan bagi pembacanya, dengan menggunakan majas-majas serta pemilihan kata yang sesuai dengan isi berita yang dimaksudkan. Karena merupakan sebuah artikel dari situs koran yang berisi tentang berita, penulisan juga berdasarkan fakta di lapangan, yakni dengan menambah kalimat langsung berupa keterangan dari narasumber serta angka, nama orang, dan nama tempat yang menekankan bahwa isi berita tersebut adalah fakta.


***

1 komentar:

  1. teman jangan lupa yah masukin link gunadarma. Sekarang kan sudah mulai softskill, sebagai salah satu mahasiswa gunadarma ayo donk masukin link gunadarmanya.

    di cek ya studentsitenya ada pengumumannya lho... :)

    www.studentsite.gunadarma.ac.id

    BalasHapus